Sebanyak 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) MAN 1 Pontianak menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan pada 3 Januari 2026 di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, dalam rangka Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.
Upacara peringatan HAB ke-80 tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Harisson, M.Kes., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. Turut hadir Kabag Tata Usaha Mahmud, para Kepala Bidang dan Pembimas, pimpinan instansi vertikal dan OPD Kalbar, tokoh agama, mitra strategis Kemenag, serta ratusan ASN dari madrasah MAN 1, MAN 2, dan MAN 3 Pontianak. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 30 ASN sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun.
Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan pada upacara tersebut, disampaikan bahwa ASN Kementerian Agama harus terus meng-update dan meningkatkan kemampuan diri di tengah perkembangan zaman yang semakin canggih. Kehadiran teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta cepatnya arus dan viralnya berbagai informasi di media sosial, menuntut ASN Kemenag untuk lebih adaptif, bijak, dan profesional. ”ASN Kemenag diharapkan mampu meningkatkan literasi digital, kompetensi kerja, serta menjaga integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”. Dalam sambutannya, Harisson mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama. Ia mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag agar terus meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan amal saleh sebagai fondasi pengabdian kepada masyarakat.
Harisson juga menyoroti pesan Menteri Agama terkait ASN Kemenag harus bijak dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut dia, AI saat ini menghimpun data dari seluruh dunia, sehingga ASN dituntut tidak sekadar menjadi pengguna pasif.
“Jangan sampai kita kalah dengan AI. Anak-anak kita harus menguasai ilmu sedalam-dalamnya,” kata Harisson, Sabtu (3/1/2026).
Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu yang spesifik namun mendalam. Harisson mengingatkan peran orang tua dan pendidik agar tetap menjadi rujukan utama dalam pencarian pengetahuan.
Penghargaan Satyalancana Karya Satya ini merupakan bentuk apresiasi negara atas pengabdian, loyalitas, dan dedikasi ASN dalam menjalankan tugasnya kepada bangsa dan negara.**









