Pontianak (Kemenag) -- Kementerian Agama Kota Pontianak melalui Seksi Bimas Islam menggelar kegiatan silaturahmi Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak bersama khatib se-Kota Pontianak dengan mengusung tema “Membentuk Diri Menjadi Khatib yang Profesional”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025) bertempat di Pondok Pesantren Al-Fatih, Kota Pontianak.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak Ruslan, didampingi Kasubbag TU Ruswandi, Plt. Kasi Bimas Islam Yuliansyah beserta jajaran staf.
Turut hadir Ketua IPARI Kota Pontianak Azman Alka, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatih Ismail Maksudi, para narasumber kegiatan, serta para khatib dari berbagai masjid di Kota Pontianak.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Ruslan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatih yang telah memfasilitasi kegiatan di lingkungan pesantren.
Menurutnya, pesantren merupakan tempat yang penuh keberkahan dan sangat tepat yang penuh keberkahan dan sangat tepat dijadikan ruang pertemuan untuk mempererat ukhuwah serta meningkatkan kualitas keagamaan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatih yang telah menempatkan kita di tempat yang penuh berkah ini, sehingga kita dapat bertemu dan bersilaturahmi bersama,” ujar Ruslan.
Ruslan menegaskan bahwa pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah penguatan peran strategis khatib dalam kehidupan umat.
Ia meyakini para khatib yang hadir merupakan figur-figur yang memiliki kapasitas keilmuan dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.
“Saya yakin para khatib yang hadir di sini adalah orang-orang terpilih yang memiliki peran penting dalam membina umat. Oleh karena itu, profesionalisme khatib harus terus ditingkatkan, baik dari sisi penguasaan materi, penyampaian khutbah, maupun keteladanan sikap,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Pontianak berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara Kemenag, para khatib, dan lembaga keagamaan dalam menjaga kualitas khutbah Jumat yang moderat, menyejukkan, serta sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan umat beragama.
Kegiatan silaturahmi ini juga diisi dengan penyampaian materi oleh narasumber terkait peningkatan kompetensi khatib, etika dakwah, serta peran khatib dalam merespons dinamika sosial masyarakat secara bijak dan konstruktif.









