Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Provinsi Kalimantan Barat masa khidmat 2026–2031 berlangsung penuh semangat dan antusias di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis sebagai narasumber utama sekaligus memberikan arahan dan pembinaan kepada para pendidik madrasah di Kalimantan Barat.
Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa madrasah harus mampu menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang berakhlak, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, transformasi pendidikan madrasah tidak hanya terletak pada penguatan akademik, tetapi juga pada kemampuan membangun karakter, kreativitas, serta inovasi peserta didik.
“Madrasah harus hadir sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Guru madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan sosial,” ujar beliau dalam sesi pembinaan.
Turut hadir menyimak kegiatan tersebut, Kepala MAN 1 Pontianak, para wakil kepala madrasah, serta guru Bimbingan dan Konseling (BK). Seluruh peserta mengikuti seminar dengan seksama, khususnya saat pembahasan mengenai penguatan madrasah inklusif dan pengembangan ekosistem pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik.
Kehadiran jajaran MAN 1 Pontianak dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat peran madrasah sebagai lembaga yang menginspirasi dan berdaya saing.**









