Untitled-6


Untuk HP
Kamad, Waka dan Guru BK MAN 1 Pontianak Hadiri Pengukuhan Forum Pendidik Madrasah Indonesia Kalimantan Barat

Bertempat di Aula Kanwil Kemenag Kalimantan Barat, pada Senin (11/5/2026) berlangsung dalam kegiatan Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus Forum Pendidik Madrasah Indonesia (FPMI) Provinsi Kalimantan Barat masa khidmat 2026–2031.

Hadir dalam acara tersebut, Kabag Tu yang juga Plt Kabid Pendmad H. Mahmud, Para Kepala Kemenag Kota Pontianak, Kepala Kemenag Kubu Raya dan Perwakilan Kepala Kemenag Mempawah. Hadir juga Pengurus DWP Kanwil Kemenag Kalbar diwakili oleh Wakil Ketua Hj. Munirah Mahmud, Sekretaris Ida Nurfitria Mi’rad, Hj. Neti Herawati Rohadi, serta Ketua Bidang Sosial Budaya Hj. Warni Wati Nahruji. Diundang juga para Kepala Madarsah Negeri yang berada ditiga kabupaten/ kota tersebut termasuk Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ yang juga didampingi dua wakil kepala masing-masing Ahmad Mustafa (bidang kurikulum) dan Yulianingsih (wakil kepala bidang humas) dan sesuai undangan, disertakan dua guru BK MAN 1 Pontianak.

Sholihin HZ menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional dan pengukuhan pengurus FPMI yang dinilai sangat strategis dalam mendorong peningkatan kualitas guru madrasah. “Kami menyertakan waka dan guru BK untuk dua hari kegiatan serupa tapi ditempat yang berbeda. Hari ini (senin) dilaksanakan di Kanwil Kemenag dengan agenda pelantikan FGMI Kalimantan Barat dan Seminar Nasional. Insya Allah besik dilaksanakan di MTsN 2 untuk guru-guru perwakilan di Kota Pontianak”, ujar Sholihin HZ.

Acara secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Mahmud Jayadi mewakili Kakanwil, menyampaikan bahwa pendidikan madrasah harus memuliakan manusia dan membangun peradaban, bukan semata learning process. Beliau menegaskan bahwa madrasah harus menjadi rumah yang ramah bagi seluruh anak bangsa tanpa meninggalkan siapapun. \"Inklusi adalah amanah moral untuk memastikan nilai agama yang adil dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan, dan madrasah harus mampu merangkul seluruh keberagaman tersebut,\" tegas Mahmud.

Acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus serta arahan dari Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi Direktorat KSKK Dirjen Pendis Kemenag RI, Anis Masykur. Pengukuhan ini diharapkan menjadi awal bagi gerakan madrasah inklusi yang lebih sistematis dan terukur. Dengan dukungan penuh dari jajaran pusat hingga daerah, Kemenag Pontianak optimis bahwa kualitas layanan pendidikan inklusi akan terus meningkat, memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan mereka demi masa depan yang lebih cerah dan setara.**

kemenag dark mode
Berita Terkini
..
Info Grafis