Pontianak – Keluarga besar MAN 1 Pontianak kembali melaksanakan kegiatan Khataman Al-Qur’an Putaran Ke-10 yang berlangsung khidmat di ruang guru MAN 1 Pontianak. Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang digagas oleh Kepala MAN 1 Pontianak sebagai bagian dari upaya penguatan nilai-nilai keagamaan dan spiritual di lingkungan madrasah.
Acara dihadiri oleh Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ, Kepala Tata Usaha Sumiati, para wakil kepala madrasah, dewan guru, serta staf tata usaha. Kehadiran seluruh unsur madrasah menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya Qur’ani yang menjadi ciri khas MAN 1 Pontianak.
Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Yosi, yang sehari-hari bertugas sebagai guru Bahasa Arab di MAN 1 Pontianak. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan adab dan tata cara yang dianjurkan ketika melaksanakan khataman Al-Qur’an, khususnya terkait urutan bacaan dan amalan yang menyertainya.
Yosi menjelaskan bahwa terdapat tradisi membaca takbir yang dimulai ketika mengakhiri atau sesudah membaca Surat Ad-Dhuha hingga Surat An-Nas dalam rangkaian khataman Al-Qur’an. Tradisi tersebut memiliki landasan dari hadis Rasulullah SAW dan telah menjadi amalan yang dikenal di kalangan para ulama qira’at.
“Ketika seseorang menyelesaikan bacaan Al-Qur’an hingga Surat Ad-Dhuha dan seterusnya sampai Surat An-Nas, dianjurkan untuk mengumandangkan takbir di antara surat-surat tersebut. Hal ini merupakan salah satu sunnah yang diwariskan dalam tradisi khataman Al-Qur’an,” jelas Yosi di hadapan peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.
Selain membahas aspek teknis dalam khataman, Yosi juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang senantiasa dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberkahan Al-Qur’an tidak hanya diperoleh melalui bacaan semata, tetapi juga melalui penghayatan terhadap pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ, menyampaikan bahwa program khataman Al-Qur’an bulanan ini merupakan salah satu program unggulan madrasah dalam bidang pembinaan karakter dan spiritualitas.
“Kegiatan khataman Al-Qur’an yang kita laksanakan secara rutin ini merupakan bagian dari penguatan ruhani dan spiritual keluarga besar MAN 1 Pontianak. Melalui program ini, kami berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin dekat dengan Al-Qur’an, sehingga nilai-nilai Qur’ani dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembinaan keimanan dan ketakwaan. Karena itu, kegiatan-kegiatan keagamaan seperti khataman Al-Qur’an akan terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai budaya positif di lingkungan madrasah.
Kegiatan Khataman Al-Qur’an Putaran Ke-10 ini ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan seluruh keluarga besar MAN 1 Pontianak, kesehatan para guru dan tenaga kependidikan, serta kemajuan madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MAN 1 Pontianak kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam pembinaan karakter dan spiritualitas.**









