Sebanyak 42 guru MAN 1 Pontianak mengikuti program MOOC Pintar yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada periode Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin dinamis.
Program MOOC Pintar (Massive Open Online Course) merupakan platform pembelajaran daring yang dirancang untuk memperkaya wawasan dan keterampilan tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama. Pada periode kali ini, para guru MAN 1 Pontianak mengikuti berbagai materi strategis dan aktual, di antaranya Inklusi Berjenjang TK Dasar, Academic Misconduct, Anti Bullying, Public Speaking, serta teknis pengisian dan pengelolaan E-Kinerja.
Materi Inklusi Berjenjang TK Dasar memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendidikan yang ramah bagi semua peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sementara itu, materi Academic Misconduct membekali guru dengan wawasan tentang etika akademik, pencegahan plagiarisme, serta pentingnya membangun budaya kejujuran dalam dunia pendidikan.
Pada sesi Anti Bullying, para guru mendapatkan penguatan terkait pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan sekolah, sehingga madrasah dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Materi Public Speaking turut menjadi perhatian penting, guna meningkatkan kemampuan komunikasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran maupun saat berbicara di forum resmi. Adapun teknis E-Kinerja memberikan panduan praktis dalam pengelolaan administrasi kinerja berbasis digital yang kini menjadi bagian penting dari sistem tata kelola ASN.
Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ, menyampaikan apresiasi atas semangat para guru yang antusias mengikuti program ini. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sebuah keniscayaan di era transformasi digital dan perubahan kurikulum yang terus berkembang.
“Guru hari ini harus terus belajar. Tidak boleh merasa cukup dengan ilmu yang sudah dimiliki. Melalui MOOC Pintar Kemenag ini, saya berharap seluruh guru MAN 1 Pontianak semakin profesional, adaptif, dan berintegritas,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa materi-materi yang diikuti sangat relevan dengan kebutuhan madrasah saat ini. Isu inklusi, pencegahan bullying, serta penguatan integritas akademik merupakan fondasi penting dalam membangun karakter peserta didik yang unggul dan berakhlak.
Lebih lanjut, Sholihin HZ berharap agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada sertifikat semata, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Ia memotivasi para guru untuk menjadi teladan dalam etika, komunikasi, serta pelayanan pendidikan yang humanis.
“Kita ingin MAN 1 Pontianak bukan hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga dalam budaya sekolah yang sehat, ramah, dan berintegritas. Guru adalah kunci. Ketika guru terus bertumbuh, maka madrasah akan ikut maju,” tambahnya.
Dengan keikutsertaan 42 guru dalam program MOOC Pintar periode Maret 2026 ini, MAN 1 Pontianak menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan peningkatan mutu pendidikan madrasah serta membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.**









